About us

Download Gratis 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences (Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa)

Download Gratis 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences (Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa)
Download Gratis 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences (Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa)
Strategi pembelajaran  multiple intelligencesmenjadikan siswa sebagai sang juara pada
bidang-bidang tertentu sesuai dengan kecerdasan yang menonjol pada dirinya, karena pada dasarnya dalam diri setiap siswa selalu ada satu atau lebih kecerdasan yang menonjol yang dimilikinya. 

Strategi pembelajaran  multiple intelligencesmendorong para guru melakukan inovasi dalam cara mengajarnya. Oleh karena itu, setiap guru dituntut agar lebih kreatif mencari terobosan untuk mengoptimalkan semua jenis kecerdasan yang ada.

Sebagai stra tegi pembelajaran, asalkan memiliki prosedural aktivitas yang tertuang dalam lesson plan. Strategi multiple intelligencesadalah seperti sebuah konteks yang luas. Apa pun nama strateginya, saya berusaha menamakan sebagai strategi multiple intelligence, contoh, strategi sosio drama (role play) sah-sah saja saya masukkan dalam keluarga besar strategi  multiple intelligences. Demikian juga tebak kata, konser, simulasi, dan lain-lain.
 
Buku ini telah melatih level kesabaran kami, disebabkan buku ini akibat  human error kami hilang dari file dan hampir-hampir tak bisa diselamatkan lagi. Namun berkat izin Allah, lewat pertolongan Bung Komar, buku ini bisa dimunculkan kembali setelah menggunakan softwarecanggih. Thanks Bung Komar, Anda memang top markotop. 

Hikmah lain dari kami menulis buku ini adalah tuntutan out of the box thinkingdan kami berhasil melakukannya, sehingga buku ini dapat selesai. Kami harus memunculkan daya kreativitas strategi-strategi pengajaran, yang kami klasifikasikan berdasarkan dominasi multiple intelligencessiswa.

Kita tidak menafikan jika selama ini dominan metode (paling umum) yang digunakan guru saat mengajar adalah ceramah, selain disuksi dan tanya jawab. Tentu, hal yang digunakan guru tersebut adalah benar, namun apakah sebagian besar siswa merasa “bahagia dan nyaman” ketika siswa belajar dengan metode ceramah atau metode itu-itu saja? Marilah kita  flashbackkembali, ketika kita mengalami proses belajar di mana sang guru berceramah dari assalamu’alaikum/selamat pagi sampai wassalamu’alaikum/sampai ketemu besok, kebanyakan dari kita adalah tidak merespons dengan baik, kita mungkin menunjukkan dengan bercerita di belakang dengan siswa lain, kita menulis kalimat tertentu yang sering kali diucapkan guru secara berulang sampai kita menyimpulkan telah 50x guru itu mengatakan “ya” selama ia mengajar, atau kita menggambar wajah guru dengan sedikit parodi. Benar-benar terjadi... bahwa saat guru mengajar (kita sebagai siswa) belum tentu belajar. Ini mengacaukan kita untuk berproses menjadi pandai.


Pada Bab Pertama, kami ingin menyadarkan kepada para guru dan orangtua mengenai pen- tingnya mengetahui fungsi kerja otak dan tumbuh kembang otak pada objek didik kita. Sebab pada dasarnya, sepanjang anak atau siswa kita memiliki otak dalam batok kepalanya dan sehat secara medis PASTI anak/siswa itu CERDAS. Dalam melakukan aktivitas pembelajaran, penting jika harus mengetahui jenis kecerdasan terbaiknya sebelum kita memilih strategi pengajaran. Intinya dalam Bab Pertama adalah tak ada kecerdasan tanpa otak, siswa bodoh itu mitos, dan mengajarlah dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”.

Di Bab Kedua, sebagaimana pada bab pertama, bahwa guru dan orangtua yang mengajar siswa dan anaknya dengan cara masukkan informasi lewat pintu kecerdasan siswa yang “terbuka lebar”, adalah suatu kesadaran bagi guru untuk memenuhi hakikat filosofis bahwa mengajar sesuai cara kerja otak adalah suatu pemenuhan hak asasi siswa dalam proses pendidikan. Sahabat guru... Pengajaran yang disukai siswa adalah rahasia menjadi Guru Super.

Di Bab Ketiga, kami ingin mengonfirmasi dan menegaskan bahwa belajar adalah sebuah upaya dan proses untuk mencapai indikator hasil belajar pada setiap kompetensi. Sejatinya pengajaran yang menyesuaikan dengan pola kerja otak sesuai gaya belajar siswa adalah mementingkan usaha yang menyeluruh (the best process), di mana konsekuensi logis dari usaha menyeluruh dan proses terbaik belajar siswa harus dinilai secara autentik (penilaian berbasis proses). Proses terbaik sepertinya akan menghasilkan hasil (produk) terbaik. Dan pada bab ini juga diberikan contoh praktis dan mudah membuat rubrik penilaian autentik.

Pada Bab Keempat, kami membantu para guru dan orangtua mengenai strategi mengajar multiple intelligencesyang diklasifikasikan berdasarkan jenis-jenis dominan kecerdasan jamak atau multiple intelligences. 

Dalam bab ini juga kami secara lengkap memberi definisi pada setiap strategi strategi untuk memudahkan guru dan orangtua memahami konteks strategi yang akan digunakan. 

Termasuk prosedur penerapan setiap strategi, rekomendasi penerapan suatu strategi pada jenjang pengajaran siswa, pendekatan multiple intelligencesserta modalitas belajar terhadap strategi yang digunakan, contoh rubrik penilaian strategi serta contoh hasil penilaian berbasis proses (penilaian autentik) siswa pada setiap strategi.

Tentu saja, seperti yang dikatakan Thomas Armstrong, strategi pembelajaran  multiple intelligencesmendorong para guru melakukan inovasi dalam cara mengajarnya. Oleh karena itu, setiap guru dituntut agar lebih kreatif mencari terobosan untuk mengoptimalkan semua jenis kecerdasan yang ada. 

Sehingga, kreativitas guru menjadi kata kunci untuk memunculkan strategi mengajar multiple intelligences. Sahabat Guru Super, buku ini memuat  95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences, artinya ... Anda bisa menjadikan 1001 strategi mengajar  multiple intelligences... Anda pasti bisa, sepanjang Anda kreatif dan pembelajar.

Belum ada Komentar untuk "Download Gratis 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences (Mengajar Sesuai Kerja Otak dan Gaya Belajar Siswa)"

Posting Komentar

Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel