About us

Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)

Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru
Dapodik versi baru untuk digunakan pada Tahun Ajaran BAru sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun Republik Indonesia telah dirilis Aplikasi Dapodik Versi Terbaru dimana terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Sejak dirilisnya Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini, maka Aplikasi Dapodik versi sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan lagi.

Berdasarkan Permendikbud Tahun 2018 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan  Menengah, aturan pengisian jumlah rombongan belajar berdasarkan rasio jumlah peserta  didik diterapkan dalam Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini. Rasio rombel ini hanya berlaku untuk tingkat 1, 7 dan 10.
Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)
Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik
Contoh kasus jenjang SD
Terdapat  siswa  baru  sejumlah  150  kelas  1  di  SDN  A.  Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

150 siswa : 28 = 5,34. (dibulatkan ke atas = 6)

Keterangan:
150 = siswa baru di SDN A
28 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SD

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 6 rombel.  Apabila rombel dibuat  lebih  dari  6  rombel  maka  pada  Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMP
Terdapat  siswa  baru  sejumlah  200  kelas  7  di  SMP  C.  Perhitungan  jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

200 siswa : 32 = 6,25. (dibulatkan ke atas = 7)

Keterangan:
150 = siswa baru di SMP C
32 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SMP

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 7 rombel.  Apabila  rombel  dibuat  lebih  dari  6  rombel  maka  pada  Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMK
Terdapat siswa baru sejumlah 350 kelas X di SMK B. 200 siswa dengan jurusan Teknik  Komputer dan Jaringan dan 150  siswa  dengan  jurusan Rekayasa  Perangkat  Lunak.  Perhitungan jumlah  rombel  jika  mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMK dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan TKJ:
 200 siswa : 36 = 5,56 (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan TKJ di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 150 siswa : 36 = 4,17 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka  jumlah  rombel  maksimal  yang  diperbolehkan  untuk jurusan  RPL  di kelas X sejumlah 5 rombel. 

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMA
Terdapat  siswa  baru  sejumlah 372  kelas X di SMA  D. 198  siswa  dengan jurusan MIPA dan 174 siswa dengan jurusan IIS. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMA dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan MIPA:
 198 siswa : 36 = 5,5  (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan MIPA di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 174 siswa : 36 = 4,84 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan IIS di kelas X sejumlah 5 rombel.

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Tanbahab Informasi:
Penerapan Kurikulum 2013 untuk Rombongan Belajar Tingkat 1, 7 dan 10 di Semua Jenjang

Di tahun ajaran baru, sesuai peraturan yang berlaku semua rombongan belajar dengan tingkat 1 SD, 7 SMP, dan 10 SMA/ SMK wajib menerapkan kurikulum 2013. Isian pada Aplikasi Dapodik menyesuaikan dengan aturan tersebut dengan cara memilih kurikulum 2013 di tingkat tersebut.
Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)
.Isian kurikulum 2013 pada rombongan belajar tingkat 1, 7 dan 10 
Demikian informasi dari admin dapodik.co.id, terkait Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru.

14 Komentar untuk "Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)"

  1. Cara mengatasi rasio rombel melebihi jumlah peserta didik bagaimana? karena ada pd yang keluar sehingga jumlah pd berkurang dan menyebabkan rasio rombel turun. Apakah jika mengurangi jumlah rombel akan mempengaruhi data yang lain?

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. semua jenjang sudah di jelaskan di atas?

      Hapus
    2. min kl jumlah siswa nya 260 jenjang smp bisa jadi 9 rombel kah

      Hapus
  3. Apa benar untuk tahun 2020 minimal peserta didik 5 orang pada rombel yang tidak pararel tingkat SD

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampe dengan sekarang, belum ada informasi resmi tersebut

      Hapus
    2. Berarti jumlah siswa lebih dari 2 orang saja untuk saat ini TGP/sertifikasi aman aman saja. Seperti tahun tahun sebelumnya.

      Hapus
  4. siswa kelas 3, 34 orang, apa bisa dibagi 2 rombel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak bisa, minimal satu rembel 20 orang saja

      Hapus
  5. jmlah siswa smp 260 bisa dijadikan 9 rombel kah,

    BalasHapus
  6. Jika jumlah siswa 229 berapa rombel yang valid dibuat 7 ataukah boleh 8

    BalasHapus

Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel