Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)

Dapodik versi baru untuk digunakan pada Tahun Ajaran BAru sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun Republik Indonesia telah dirilis Aplikasi Dapodik Versi Terbaru dimana terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Sejak dirilisnya Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini, maka Aplikasi Dapodik versi sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan lagi.
Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)
Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru
Berdasarkan Permendikbud Tahun 2019tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan  Menengah, aturan pengisian jumlah rombongan belajar berdasarkan rasio jumlah peserta  didik diterapkan dalam Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini. Rasio rombel ini hanya berlaku untuk tingkat 1, 7 dan 10.
Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)
Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik
Contoh kasus jenjang SD
Terdapat siswa baru sejumlah 150 kelas 1 di SDN A. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

150 siswa : 28 = 5,34. (dibulatkan ke atas = 6)

Keterangan:
150 = siswa baru di SDN A
28 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SD

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 6 rombel.  Apabila rombel dibuat lebih dari 6 rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMP
Terdapat  siswa  baru  sejumlah  200  kelas  7  di  SMP  C.  Perhitungan  jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

200 siswa : 32 = 6,25. (dibulatkan ke atas = 7)

Keterangan:
150 = siswa baru di SMP C
32 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SMP

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 7 rombel.  Apabila  rombel  dibuat  lebih  dari  6  rombel  maka  pada  Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMK
Terdapat siswa baru sejumlah 350 kelas X di SMK B. 200 siswa dengan jurusan Teknik  Komputer dan Jaringan dan 150  siswa  dengan  jurusan Rekayasa  Perangkat  Lunak.  Perhitungan jumlah  rombel  jika  mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMK dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan TKJ:
 200 siswa : 36 = 5,56 (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan TKJ di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 150 siswa : 36 = 4,17 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka  jumlah  rombel  maksimal  yang  diperbolehkan  untuk jurusan  RPL  di kelas X sejumlah 5 rombel. 

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMA
Terdapat  siswa  baru  sejumlah 372  kelas X di SMA  D. 198  siswa  dengan jurusan MIPA dan 174 siswa dengan jurusan IIS. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMA dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan MIPA:
 198 siswa : 36 = 5,5  (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan MIPA di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 174 siswa : 36 = 4,84 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan IIS di kelas X sejumlah 5 rombel.

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Tanbahab Informasi:
Penerapan Kurikulum 2013 untuk Rombongan Belajar Tingkat 1, 7 dan 10 di Semua Jenjang

Di tahun ajaran baru, sesuai peraturan yang berlaku semua rombongan belajar dengan tingkat 1 SD, 7 SMP, dan 10 SMA/ SMK wajib menerapkan kurikulum 2013. Isian pada Aplikasi Dapodik menyesuaikan dengan aturan tersebut dengan cara memilih kurikulum 2013 di tingkat tersebut.
Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)
.Isian kurikulum 2013 pada rombongan belajar tingkat 1, 7 dan 10 
Demikian informasi dari admin dapodik.co.id, terkait Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

48 Komentar untuk "Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun Ajaran Baru (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)"

  1. Cara mengatasi rasio rombel melebihi jumlah peserta didik bagaimana? karena ada pd yang keluar sehingga jumlah pd berkurang dan menyebabkan rasio rombel turun. Apakah jika mengurangi jumlah rombel akan mempengaruhi data yang lain?

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. semua jenjang sudah di jelaskan di atas?

      Hapus
    2. min kl jumlah siswa nya 260 jenjang smp bisa jadi 9 rombel kah

      Hapus
    3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  3. Apa benar untuk tahun 2020 minimal peserta didik 5 orang pada rombel yang tidak pararel tingkat SD

    BalasHapus
    Balasan
    1. sampe dengan sekarang, belum ada informasi resmi tersebut

      Hapus
    2. Berarti jumlah siswa lebih dari 2 orang saja untuk saat ini TGP/sertifikasi aman aman saja. Seperti tahun tahun sebelumnya.

      Hapus
  4. siswa kelas 3, 34 orang, apa bisa dibagi 2 rombel?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak bisa, minimal satu rembel 20 orang saja

      Hapus
  5. jmlah siswa smp 260 bisa dijadikan 9 rombel kah,

    BalasHapus
  6. Jika jumlah siswa 229 berapa rombel yang valid dibuat 7 ataukah boleh 8

    BalasHapus
  7. Di sekolah kami, ada kasus, jumlah rombel 11, berarti wakasek diakui 2 orang. Tapi di laman serifikasi salah satu wakasek, tugas tambahannya tidak diakui. Keterangannya, jumlah Rombel 0, wakasek diakui 0. Sementara wakasek yang satunya valid semua. Boleh tahukah kenapa ini bisa terjadi? Terima kasih admin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk sekolah jenjang apa ?
      dan cek jumlah siswa per rombel

      Hapus
    2. Jenjang SMA. Terbaru sudah diakui tugas tambahannya. Yang belum justru lintas minatnya. Kelas XI IPS ada 2 kelas, masing masing 20 Siswa. Lintas minat kimia, 2 kelas, tidak valid semua. Ke mana saya bisa mencari bantuan?

      Hapus
    3. jumlah siswa minimal 36, kalo 20 siswa satu rombel maka tidak akan valid

      Hapus
  8. Kalau siswa kls 8, 37 apakah bisa di jadikan 2 kelas?

    BalasHapus
  9. Bismillah . Brp jumlah peserta didik minimal per rombeluntuk tingkat kelas 8 dan 9 yg mneggunakan K13? Di tempat suami, ada 2 rombel per tingkatan. Jumlah peserta didik 20< tapi tidak dampai 30 siswa. Datanya menjadi invalid. Apakah benar harus 30 siswa/rombel br bisa valid? Trus jam yang diakui hanya 5 jam utk K13 padahal jam mengajarnya 6 jam per kelas. 1 jam menjadi tidak terhitung. Kenapa demikian? Terimakasih penjelasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perhitungan jumlah siswa satu rombel minimal 32 orang.

      Hapus
  10. Bismillah. Kasus di tempat suami sprt ini.
    Suami ngajar kelas 8 dan 9 di sebuah pesantren swasta. Jumlah peserta didik klas 8 adalah 60 orang. Berdasarkan perhitungan rasio di atas, berarti rombelnya mestinya hanya 2. Sedangkan yg terjadi, rombel yg ada adalah 3. Karena putra putri dipisah. 1 kelas putri berisi 20 org dan 2 kelas putra berisi masing2 20 org. Suami hanya mengajar di 2 kelas putra. Datanya menjadi invalid krn ketidak sesuaian jumlah rombel dan peserta didik. Belum lagi K13 hanya menghitung 5 jam kerja padahal jam ngajarnya 6 jam 6 jam. Sehingga ada 2 jam yg tdk terhitung. Bagaimana solusinya agar bs tetap menerima tunjangan sertifikasi dan datanya menjadi valid? Apakah salah jika operator menggabungkan seluruh jumlah siswa dan memasukkannya sebagai 2 rombel saja, masing2 30 siswa? Apakah itu dianggap menyalahi peraturan? Krn klo seperti itu terus, datanya tidak akan valid. Mohon solusinya. Makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. perhitungan jumlah siswa satu rombel minimal 32 orang.

      Hapus
  11. jenjang smp, untuk 1 wakasek minimal berapa rombel ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

      Hapus
  12. apakah jumlah rombel 3-36 untuk sma wajib juga untuk sekolah swasta? apabila melebihi jumlah 36 akankah mendapat sanksi?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekolah swasta mau melalui kemeneg atau kemdikbud ?

      Hapus
  13. Balasan
    1. banyak jumlah rombel tidak akan bermasalah dan tidak akan dapat sanksi

      Hapus
    2. terimaksih atas infonya

      Hapus
    3. sama-sama,semoga bermanfaat

      Hapus
  14. Jika jumlah kelas 1 SD terdapat 38 siswa, bisa dibagi menjadi 2 rombel tidak ?
    Misal siswa k
    1A : 20 siswa
    1B : 18 siswa

    BalasHapus
  15. Kk jumlah siswa 33 siswa bisa dibagi dua rombel. Untuk jenjang SD

    BalasHapus
  16. Maaf nih min, mau tanya, kelas 4 sd , 2 rombel masing masing 28 siswa, tp di rombel info gtk tercatat 0 siswa, jjm invalid, kenapa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo di Info GTK kebiasaan setiap tahun begitu. di tunggu saja beberapa hari ke depan. intinya sinkron dulu dapodiknya

      Hapus
  17. min.. sy op baru , cara mengatasi, sekolah induk lebih dari satu pada info gtk gmn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sekolah lebih dari satu maksudnya untuk apa ?

      Hapus
    2. Maksudny mengatasi gtk terbaca sekolah lebih dr satu di info gtk, jd blm valid tpgny. Pdhl dia indukny satu,

      Hapus
    3. berarti menunggu saja penarikan data update dari dapodik ke info GTK terbaru

      Hapus
  18. Bismillah.....mau tanya kalau jumlah PD kelas I SD Tapel 2020/2021 = 29 siswa apa bisa di bagi menjadi 2 kelas dg rasio kelas A=20 dan kelas 8=9 atau A=14 dan B=14.
    Apakah kedua kelas tersebut akan valid ? Terima kasih

    BalasHapus
  19. di smp kami, jumlah siswa baru 28 orang, apa bisa dibuat 2 kelas atau cukip satu kelas. tks

    BalasHapus
  20. untuk pembulatan rombel di bulatkan ke atas ya ?

    BalasHapus
Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel