Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun 2021 (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)

DAPODIK.CO.ID - Dapodik versi baru untuk digunakan pada Tahun Ajaran Baru sesuai dengan jadwal. Maka pada kesempatan ini bertepatan dengan peringatan Ulang Tahun Republik Indonesia telah dirilis Aplikasi Dapodik Versi Terbaru dimana terdapat perubahan yang cukup signifikan dengan penggunaan database versi baru, pembaruan beberapa fitur dan juga penambahan fitur baru, validasi data, serta perbaikan beberapa bug versi sebelumnya. Sejak dirilisnya Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini, maka Aplikasi Dapodik versi sebelumnya dinyatakan tidak berlaku dan tidak dapat digunakan lagi.



Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun 2021 (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)


Berdasarkan Permendikbud Tahun 2019tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan  Menengah, aturan pengisian jumlah rombongan belajar berdasarkan rasio  jumlah peserta  didik diterapkan dalam Aplikasi Dapodik Versi Terbaru ini. Rasio rombel ini hanya berlaku untuk tingkat 1, 7 dan 10.
Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik
Contoh kasus jenjang SD
Terdapat siswa baru sejumlah 150 kelas 1 di SDN A. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

150 siswa : 28 = 5,34. (dibulatkan ke atas = 6)

Keterangan:
150 = siswa baru di SDN A
28 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SD

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 6 rombel.  Apabila rombel dibuat lebih dari 6 rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMP
Terdapat  siswa  baru  sejumlah 200 kelas 7 di  SMP C. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

200 siswa : 32 = 6,25. (dibulatkan ke atas = 7)

Keterangan:
150 = siswa baru di SMP C
32 = jumlah maksimum peserta didik per rombel di jenjang SMP

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk kelas 1 sejumlah 7 rombel.  Apabila  rombel  dibuat  lebih  dari  6 rombel  maka  pada  Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMK
Terdapat siswa baru sejumlah 350 kelas X di SMK B. 200 siswa dengan jurusan  Teknik  Komputer dan Jaringan dan 150  siswa  dengan  jurusan Rekayasa  Perangkat  Lunak.  Perhitungan jumlah  rombel  jika  mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMK dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan TKJ:
 200 siswa : 36 = 5,56 (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan TKJ di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 150 siswa : 36 = 4,17 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka  jumlah  rombel  maksimal  yang  diperbolehkan  untuk jurusan  RPL  di kelas X sejumlah 5 rombel. 

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Contoh kasus jenjang SMA
Terdapat  siswa  baru  sejumlah 372  kelas X di SMA  D. 198  siswa  dengan jurusan MIPA dan 174 siswa dengan jurusan IIS. Perhitungan jumlah rombel jika mengikuti Permendikbud No. 22 Tahun 2016 yaitu:

Perhitungan rasio rombel di jenjang SMA dihitung berdasarkan masing-masing jurusan.

  Untuk jurusan MIPA:
 198 siswa : 36 = 5,5  (dibulatkan ke atas = 6)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan MIPA di kelas X sejumlah 6 rombel.

  Untuk jurusan RPL:
 174 siswa : 36 = 4,84 (dibulatkan ke atas = 5)

Maka jumlah rombel maksimal yang diperbolehkan untuk jurusan IIS di kelas X sejumlah 5 rombel.

Apabila rombel dibuat lebih dari ketentuan rombel maka pada Aplikasi Dapodik akan mendapat peringatan invalid.

Tanbahab Informasi:
Penerapan Kurikulum 2013 untuk Rombongan Belajar Tingkat 1, 7 dan 10 di Semua Jenjang

Di tahun ajaran baru, sesuai peraturan yang berlaku semua rombongan belajar dengan tingkat 1 SD, 7 SMP, dan 10 SMA/ SMK wajib menerapkan kurikulum 2013. Isian pada Aplikasi Dapodik menyesuaikan dengan aturan tersebut dengan cara memilih kurikulum 2013 di tingkat tersebut.
.Isian kurikulum 2013 pada rombongan belajar tingkat 1, 7 dan 10 

Demikian Pemaparan Dalam Artikel Terkait Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun 2021, Semoga Bermanfaat

Jika artikel ini kurang jelas dan mungkin masih ada pertanyaan, anda bisa tanyakan pada kolom komentar yang tersedia di akhir postingan ini. Untuk dapat mengikuti berita terbaru dan mendapatkan notifikasi silahkan follow akun www.dapodik.co.id ini. Karena akan menyajikan berita terbaru dan terpopuler di dunia pendidikan, terima kasih. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

8 Komentar untuk "Dapodik Versi Terbaru, Jumlah Rombongan Belajar Berdasarkan Rasio Jumlah Peserta Didik Tahun 2021 (http://dapo.dikdasmen.kemdikbud.go.id)"

  1. jika penerimaan siswa baru jenjang SMP sebanyak 93 orang siswa apakah bisa dibuatkan 4 rombel?

    BalasHapus
  2. Siswa kelas 9 berjumlah 63 orang, dibuatkan menjadi 3 rombel mendapat status invalid. Sedangkan berdasarkan permendikbud hanya untuk kelas 1,7 dan 10. Apakah bisa tetap dibuatkan 3 rombel. Terima kasih

    BalasHapus
  3. siswa baru kelas 1 saya 35 anak. apakah bisa dijadikan 2 rombel, 28 dan 7 , apakah bisa valid semua?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jumlah siswa SMK Kelas 10 : 87 siswa, masih bisakah dibuat 4 rombel???

      Hapus
    2. silahkan baca artikel di atas

      Hapus
Gambar ataupun video yang ada di situs ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel