Kamis, 05 Oktober 2017

Beberapa Contoh Surat Palsu Alias Hoax Pada Pendataan Aplikasi Dapodik

DAPODIK.co.id - Surat palsu sebenarnya mudah dikenali. Umumnya terdapat kesalahan penulisan pada identitas instansi, diantaranya nama instansi, pejabat, dan nomor telepon. Modusnya pun tak sulit ditebak, seperti penyaluran sejumlah dana dan permintaan data/identitas sasaran.

http://dapodikntt.blogspot.co.id/2017/10/beberapa-contoh-surat-palsu-alias-hoax.html
Gambar. Contoh Surat Palsu
Pembuatan surat palsu bertujuan untuk mengambil keuntungan dari orang lain dan merusak nama instansi, dalam hal ini Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Tentu ini sebuah tindakan tak terpuji dan mengarah pada kejahatan pidana.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjerumus dari permintaan apapun di surat palsu:
1.    Teliti konten surat. Mayoritas surat palsu memiliki kesalahan fatal dalam penulisan identitas instansi dan pejabat. Data dan informasi yang disebutkan rata-rata telah usang. E-mail yang digunakan pun tidak resmi (tidak menggunakan domain Kemendikbud).
2.    Perhatikan tujuan pembuatan surat. Jika surat berisi permintaan dana, dapat dipastikan bahwa itu surat palsu. Kementerian tak pernah membuat acara/kegiatan yang meminta peserta menyerahkan sejumlah dana.
3.    Bila ada permintaan data, Kementerian selalu menggunakan alamate-mail dengan domain Kemendikbud (@kemdikbud.go.id). Jika ada permintaan data menggunakan e-mail di luar itu, jangan dilayani.
4.    Jika masih ragu dengan isi surat, silakan hubungi nomor telepon (021) 57900255 untuk mengecek otentisitas surat.
5.    Kirimkan surat (telah dipindai/scan atau dipotret) yang diterima atau hendak dikonfirmasi ke e-mail: info.dikdasmen@kemdikbud.go.id. Bila memang diyakini surat itu palsu, tetap kirimkan surat ke e-mail di atas untuk dipublikasi sebagai surat palsu.

Contoh Surat Palsu
Surat Palsu 2: Seminar Nasional

Lorem ipsum is simply dummy text of the printing and typesetting industry.