Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Atau Mata Pelajaran Terbaru

DAPODIK.co.id - Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Atau Mata Pelajaran Terbaru. Desain pembelajaran yang tercantum dalam sebuah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) kelas atau mata pelajaran di masa pandemi COVID-19 merupakan desain pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi satuan pendidikan dan karakteristik peserta didiknya.

 

Pada Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM terbatas), berbagai adaptasi pembelajaran dilakukan terutama untuk merespons dampak dari pembatasan waktu pembelajaran di kelas, penjadwalan per kelompok belajar, serta kondisi lainnya.

 

Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Atau Mata Pelajaran Terbaru

 

Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Atau Mata Pelajaran


Pada masa pandemi COVID-19, RPP kelas atau mata pelajaran merupakan :

1.    Panduan teknis bagi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di kelas/mata pelajaran sesuai dengan pilihan kurikulum yang digunakan satuan pendidikan; dan

2.    Panduan teknis bagi guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menghubungkan tujuan belajar, asesmen dan strategi pembelajaran di kelas/mata pelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

 

Panduan penyusunan

 

Dalam penyusunan RPP kelas atau mata pelajaran, guru akan melalui langkahlangkah sebagai berikut:

1.    Menganalisis rencana dan jadwal pembelajaran yang ditetapkan oleh di satuan pendidikan, termasuk KI dan KD dalam kurikulum yang ditetapkan;

2.    Melakukan asesmen diagnosis terhadap kondisi peserta didik dan orang tua untuk memulai pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Asesmen diagnosis secara kognitif dan non-kognitif yang dilakukan pada awal masa pembelajaran akan memberikan informasi yang utuh mengenai karakteristik, kondisi, dan kebutuhan peserta didik dan orang tua;

3.    Menyusun jadwal pembelajaran kelas atau mata pelajaran yang berisi pembagian kelompok belajar, durasi dan waktu pelaksanaan;

4.    Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran PAUDDIKDASMEN di masa pandemi COVID-19 yang minimal terdiri dari: tujuan, asesmen, dan strategi pembelajaran yang disesuaikan dengan hasil asesmen diagnosis. Kegiatan dan materi pembelajaran dalam RPP disesuaikan dengan tingkat kemampuan awal peserta didik serta alokasi waktu yang tersedia, agar kegiatan dan materi pembelajaran tidak terlalu berat dan juga tidak kurang. RPP dan perangkat ajar harus dilengkapi dengan instrument asesmen formatif yang sesuai untuk mengidentifikasi ketercapaian tujuan pembelajaran;

5.    Melakukan pembelajaran berdasarkan RPP dan jadwal pembelajaran. Rencana pembelajaran dan perangkat ajar perlu dipastikan dapat memfasilitasi interaksi antara guru dan peserta didik. Perangkat ajar harus dapat digunakan pada pembelajaran tatap muka terbatas juga dapat digunakan pada pembelajaran jarak jauh;

6.    Memastikan proses pemberian umpan balik, penguatan, pengayaan, dan remedi positif; dan

7.    Melakukan refleksi dan perbaikan strategi pembelajaran berdasarkan hasil asesmen formatif. Guru perlu melakukan perbaikan pembelajaran dengan mempertimbangkan respon dan partisipasi peserta didik selama pembelajaran, hasil asesmen formatif dan umpan balik dari peserta didik.

 

Komponen Minimal

 

Dalam RPP kelas atau mata pelajaran pada pembelajaran di masa pandemic COVID-19, dirumuskan komponen-komponen minimal yang saling berkaitan yaitu:

1.   Tujuan Pembelajaran:
Perumusan tujuan pembelajaran berpedoman pada Kurikulum yang telah dipilih dan ditetapkan oleh satuan pendidikan.

2.   Penilaian Pembelajaran:
a. Asesmen diagnosis: Asesmen diagnosis merupakan asesmen yang dilakukan guru di awal pembelajaran untuk melihat kompetensi dan memonitor perkembangan belajar peserta didik dari aspek kognitif maupun non kognitif. Hasil asesmen diagnosis digunakan untuk memetakan kebutuhan belajar sehingga guru dapat menentukan strategi pembelajaran yang tepat sesuai kondisi peserta didik.
b. Asesmen formatif: Asesmen formatif merupakan asesmen yang dilakukan guru selama proses pembelajaran untuk memberikan informasi mengenai perkembangan penguasaan kompetensi peserta didik pada setiap tahap pembelajaran. Hasil asesmen formatif berguna bagi guru untuk mengambil tindakan dan memastikan bahwa setiap peserta didik mencapai penguasaan yang optimum. Asesmen formatif dapat mendorong peserta didik mencapai tujuan belajar dengan melakukan penyampaian umpan balik yang dilakukan secara berkala. Asesmen formatif bertujuan untuk merefleksikan proses belajar dan tidak menentukan nilai akhir peserta didik.

c. Asesmen sumatif: Asesmen ini merupakan asesmen yang dilakukan guru setelah menyelesaikan proses pembelajaran. Asesmen sumatif tidak selalu dilakukan di akhir pembelajaran. Hasil asesmen sumatif digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik, mengukur konsep dan pemahaman peserta didik, serta mendorong untuk melakukan aksi dalam mencapai kompetensi yang dituju.

3.   Langkah-langkah Pembelajaran
a. Komposisi Pembelajaran: PTM/PJJ
Pada pembelajaran masa pandemi COVID-19, strategi pembelajaran menggunakan strategi pembelajaran campuran yang terdiri atas Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM terbatas) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Oleh karena itu, guru perlu menentukan komposisi antara Pembelajaran Tatap Muka dan Pembelajaran Jarak Jauh. Penentuan komposisi tersebut dapat menggunakan sejumlah pertimbangan yaitu:
1. Jumlah kelompok belajar. Semakin banyak kelompok belajar maka semakin sedikit Pembelajaran tatap muka terbatas yang bisa difasilitasi oleh guru.
2. Tingkat kemandirian peserta didik. Semakin mandiri peserta didik dalam belajar maka semakin semakin banyak Pembelajaran Jarak Jauh bisa dilakukan.
3. Tingkat risiko pandemi. Semakin besar risiko pandemi COVID-19 maka semakin sedikit Pembelajaran Tatap Muka Terbatas bisa diadakan. Menurut kajian yang dilakukan Stein dan Graham (2014), komposisi pembelajaran tatap muka terbatas dan pembelajaran jarak jauh yang direkomendasikan adalah 1: 3. Setiap 1 jam PTM bisa disertai dengan PJJ selama 3 jam. Meski demikian, guru bisa melakukan penyesuaian berdasarkan 3 kriteria tersebut.
b. Kegiatan Pembelajaran : Alur Pembelajaran PAUDDIKDASMEN di Masa
Pandemi COVID-19 Sebagaimana telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, alur pembelajaran yang direkomendasikan terdiri dari: Asesmen Diagnosis, Orientasi Kesiapan Belajar dan Psikososial, Pembelajaran (PTM/PJJ), Asesmen Formatif, Perbaikan atau Pengayaan Pembelajaran (PTM/PJJ) dan Asesmen Sumatif. Guru bisa menyusun aktivitas belajar dengan mengacu pada alur tersebut serta prinsip pembelajaran yang juga telah dipaparkan di bagian sebelumnya.

 

Pentingnya Bermain

Dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), hal terpenting adalah mengenalkan pada peserta didik bagaimana belajar sambil bermain.

1.    Permainan yang kreatif memungkinkan perkembangan konsep diri, mendukung peserta didik untuk tumbuh serta mandiri dan memiliki kontrol atas lingkungannya.

2.    Melalui bermain, peserta didik dapat menemukan hal yang baru, bereksplorasi, meniru, dan mempraktikkan kehidupan sehari-hari sebagai sebuah langkah dalam membangun keterampilan menolong dirinya sendiri, keterampilan ini membuat peserta didik merasakompeten.

3.    Bermain membuat peserta didik mampu menerima, berekspresi dan mengatasi masalah dengan cara yang positif serta mengenali emosi.

4.    Bermain merupakan alat yang paling kuat untuk mengembangkan kemampuan berbahasa peserta didik. Melalui komunikasi inilah peserta didik dapat memperluas kosakata dan mengembangkan daya penerimaan serta pengekspresian kemampuan berbahasa mereka melalui interaksi dengan peserta didik lain dan orang dewasa pada situasi bermain spontan.

5.    Selama bermain, peserta didik juga mengembangkan kemampuan kognitif dengan menerima pengalaman baru, memanipulasi alat dan bahan, berinteraksi dengan orang lain dan mulai merasakan dunia mereka.

Guru PAUD maupun orang tua perlu memahami konsep belajar sambil bermain. Pentingnya konsep ini untuk membongkar miskonsepsi bahwa capaian belajar PAUD perlu dilihat dari tercapainya kemampuan melalui asesmen membaca, menulis, dan berhitung.

 

Ilustrasi penerapan asesmen diagnosis

Guru Anna merupakan seorang guru kelas 5. Di awal tahun ajaran baru Guru Anna memulai kelasnya dengan melakukan asesmen diagnosis, dengan memberikan beberapa soal-soal yang terdiri dari beberapa soal materi semester lalu dan materi semester yang akan dipelajari. Selain itu Guru Anna juga bertanya bagaimana perasaan dan keadaan peserta didiknya selama mengikuti PJJ.
Setelah melakukan asesmen diagnosis non-kognitif, Guru Anna menemukan bahwa beberapa peserta didiknya merasa senang akan ada PTM Terbatas yang akan dilakukan, namun sebagian peserta didiknya merasa khawatir untuk mengikuti PTM Terbatas. Selain itu, dari hasil asesmen diagnosis kognitif yang dilakukan, separuh dari peserta didik di kelas 5 diketahui belum menguasai materi semester lalu.

Melihat hal ini Guru Anna memutuskan untuk berdiskusi dengan orang tua untuk mempersiapkan peserta didik agar siap mengikuti PTM Terbatas, serta mempersiapkan pembelajaran PTM Terbatas serta PJJ. Ketika memulai pembelajaran semester baru, Guru Anna mengulang kembali materi semester lalu. Kemudian Guru Anna merancang RPP dengan menyesuaikan tujuan pembelajaran berupa penguasaan materi di semester lalu.

 

Demikin Postingan Terbaru Terkait Panduan Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas atau Mata Pelajaran Terbaru, semoga artikel ini bermanfaat, dan memudahkan untuk keperluan dan tujuannya.

 

Jika artikel ini kurang jelas dan mungkin masih ada pertanyaan, anda bisa tanyakan pada kolom komentar yang tersedia di akhir postingan ini. Untuk dapat mengikuti berita terbaru dan mendapatkan notifikasi silahkan follow akun www.dapodik.co.id ini. Karena akan menyajikan berita terbaru dan terpopuler di dunia pendidikan, terima kasih.